Pelajaran Berharga dari Membaca Komik

Posted on 17/11/2010

0


 

Judul Comic Book Character:

Menguak Sisi Kepahlawanan dalam Diri Kita!

Penulis David A.Zimmerman

Penerjemah Ricky Sidharta

Isi 184 halaman

Penerbit Pionir Jaya, 2007

 

Betulkah membaca komik kita dapat menemukan sisi kepahlawanan dari diri kita? Bukankah komik hanya cerita fantasi murahan yang tidak menwarkan apa-apa kecuali fantasi saja? Kesan itulah yang coba digambarkan dari buku setebal 184 halaman ini. Lewat komik Spider-Man kita dapat menemui problematik antara menjadi hero dengan manusia biasa, lewat Fantastic Four kita dapat menemui ambigu antara superhero yang kurang diterima di masyarakat ketika tidak ada kejahatan. David A. Zimmerman, seorang editor dari Varsity Press dan penulis untuk Student Leadership Journal (jurnal kepemimpinan untuk pelajar) yang selalu menggunakan tokoh komik sebagai acuannya dalam buku ini ia mencoba mendedah kembali makna komik yang bukan sekedar bacaan untuk anak remaja saja.

 

Misalnya di halaman 21, Biarlah yang Lemah Berkata “Aku Kuat”, Zimmerman memberi contoh dari komik Superman bahwa komik pun juga bisa menjadi karikatural diri sendiri. Di mana Superman punya alter ego (kepribadian lain) sebagai Clark Kent yang baik hati, bukankah kita juga kadang mempunyai alter ego dalam hidup keseharian kita?  Misalnya di kantor kita adalah pelayan, sedangkan di rumah kita berperilaku  sebagai bapak atau ibu buat anak-anak kita.buku komik menawarkan lebih dari skedar teknik pemasaran untuk memusakn fantasi pembaca yang dalam kehidupan seharinya terpinggirkan. Melainkan juga memberi semacam dorongan bahwa kita juga seeprti tokoh komik yaitu bisa berbuat kebajikan dengan cara yang kita punya tentu saja dengan kesadaran pahlawan komik sebagai contoh saja.

 

Dengan wawasannya yang luas Zimmerman menunjukkan pahlawan-pahlawan dunia dan penjahat berkostum sebagai cara melukiskan kerinduan manusia kepada keadilan dan kebenaran tanpa mengorbankan nilai-nilai manusiawinya. Fantasi di sini dianggap Zimmerman bak bumbu penyedap di balik komik superhero yang ternyata diam-diam sarat makna tentang kehidupan. Zimmerman mengeksplorasi dari tokoh-tokoh Superman, Spider-Man dan para X-Men. Ia mengenalkannya sebagai tokoh penting dalam konteks kebudayaan sebagai karakter moral, keadilan, kebajikan, dan kepahlawanan.

 

Dengan menempatkan cerita buku komik ini ia mengajak kita berdialog dengan cerita –cerita moral yang menyorot siapa kita, apa yang kita hargai, dan bagaimana kita hidup. Uniknya walau komik dalam buku ini notabene komik Amerika bukan berarti buku ini hanya cocok dibaca buat penggemar komik Amerika saja, melainkan juga semua pembaca komik apapun jenisnya karena ia juga mengambil contoh dari kisah heroik dari mitologi Yunani juga Alkitab yang pada dasarnya juga sama yaitu kerinduan manusia akan keadilan dan kebenaran. Keunikan ini membuat buku Zimmerman kaya dari berbagai sisi dan dapat dibaca semua penggemar komik.

 

Ahli semiotika Arthur Asa Berger dalam bukunya Signs in Contemporary Culture: An Introduction to Semiotics mengatakan, komik sebenarnya memiliki banyak hal yang dapat kita baca, namun hanya jika kita peduli. Senada dengan Berger buku ini menarik karena kita diajak mengembara bahwa pahlawan yang diciptakan dai buku komik toh sepenuhnya memiliki kekurangan sama seperti kita sebagai manusia biasa. Apalagi tokoh-tokoh superhero pun tercipta dari manusia biasa juga dalam komik.

 

Ada nilai-nilai yang bisa dipelajari dari komik superhero, pertama, nilai kepahlawanan yang patut dipelajari yaitu yang baik melawan buruk, kedua, nilai psikologi kalau superhero tidak sepenuhnys memang terus melawan penjahat, ketiga nilai manusiawi karena superhero punya kelemahan sejenis juga dengan manusia.

 

Ya, superhero juga manusia seperti kita yang dalam hidup sehari-hari punya kekurangan dan kelebihan.*

 

Iklan
Posted in: Comic Review