Hysteria: The Def Leppard Story Sebuah Biografi yang Meluruh

Posted on 17/11/2010

0


Sejarah band rock Def Leppard difilmkan. Unggul secara personifikasi, tak mampu memikat sebagai tontonan.

 

Sejarah musik rock mencatat Def Leppard, grup legendaris asal Sheffield, Inggris mampu mengukir prestasi tersendiri lewat musik-musiknya yang inovatif. Grup yang dibentuk Rick Allen, Steve Clark, Joe Elliot, dan Phil Collen ini selain dikenal produktif menghasilkan hits juga menyimpan kisah jatuh bangun yang dramatis. Celakanya, pengalaman ini nyaris menghantam karier mereka justru di saat popularitasnya tengah menanjak sebagai band yang patut diperhitungkan era awal 1980-an.

 

Pertama, kecelakaan yang menimpa dramer Rick Allen hingga tangannya terpaksa diamputasi terjadi setelah merilis album Pyromania (1983), satu dari album emas mereka sebelum Hysteria (1987). Pengalaman pahit kedua terjadi justru setelah mereka merilis Hysteria, album terbaik yang menjadi masterpiece dengan meninggalnya gitaris Steve Clark karena drugs.

 

Sesuai judul, film ini memang bercerita tentang perjalanan karier Def Leppard dari awal sampai mencapai popularitas. Peristiwa demi peristiwa jatuh bangun mereka yang diawali di Sheffield, kemudian di saat berhasil menembus Amerika berbarengan dengan suksesnya salah satu hit-nya Hello America, dan kesempatan membuat video klip digarap lumayan detail. Permainan Tat Whalley sebagai Rick Allen cukup baik didukung pemain lain yang wajahnya memang mirip personil asli Def Leppard.

Datar dan Glamor

 

Sesungguhnya, pengalaman-pengalaman pahit inilah yang menarik untuk diangkat ke film. Apalagi dalam sejarah hanya satu-satunya sebuah band rock punya pemain dram yang mampu beraksi dengan satu tangan. Sayang, sutradara Robert Mandel tak menggarap film ini dengan cermat sehingga hanya sekedar menjadi rekaman biografi saja. Casting pemain sebenarnya patut dipuji, karena selain wajahnya memang mirip personil asli, akting mereka cukup lumayan. Secara dramatik film ini kurang bernyawa dengan tidak mengangkat satu sudut pandang tokoh utama, entah itu dari salah satu personil seperti Jim Morrison dalam The Doors atawa seorang jurnalis laiknya Almost Famous atau Velvet Goldmine.

Jadi, setelah menonton Hysteria sungguh tiada kesan yang membekas seperti The Doors, Almost Famous atau Velvet Goldmine karena yang disajikan Mandel benar-benar meluruh. Kisah yang sebenarnya berpotensi untuk digali lebih dramatis jadi tak sampai dengan hanya mengetengahkan kisah terbentuknya Def Leppard sampai sang dramer bangkit setelah mengalami kecelakaan yang fatal. Tak ada gelegak interpretasi, humor, dramatik apalagi ironi hingga menyaksikan film ini sungguh terasa datar-datar saja.

 

Kendati demikian, di luar segala kelemahannya Hysteria laik dicatat sebagai rekaman biografis rockumentary band legendaris era 1980-an walau tak mampu meninggalkan kesan, apalagi pesan. *

 

Sutradara Robert Mandel

Skenario Carolyn Shelby, Christopher Ames

Pemain Tat Whalley, Nick Bagnall, Estebah Powell, Amber Valetta, Anthony Michael Hall

Produksi Paramount Pictures, 2001

Durasi 85 menit

 

 

 

 

Iklan
Posted in: Film Review